LESSON STUDY :UPAYA PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU BAHASA PERANCIS


lesson study

oleh : Rohali, M.Hum

1. Pengertian Dasar

Berkaitan dengan pengertian Lesson Study, Bill Cerbin& Bryan Kopp dari  University of Wisconsin-La Crosse mengatakan bahwa  Lesson study is a professional development process that Japanese teachers engage in to systematically examine their practice. Berdasarkan penjelasan tersebut jelaslah bahwa Lesson Study merupakan suatu proses pengembangan profesi keguruan di mana para guru dapat menelaah dan menganalisis sendiri cara mengajar mereka.

Penjelasan serupa juga dikemukakan oleh Tim Lesson Study FMIPA UNY yang mengatakan bahwa Lesson Study adalah suatu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berdasarkan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning (Tim Lesson Study FMIPA UNY, 2007: 1).

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Lesson Study merupakan suatu proses pembinaan profesi keguruan di mana guru secara kolaboratif dan berkelanjutan menelaah proses belajar-mengajar yang mereka lakukan.

1. Manfaat Pelaksanaan Lesson Study

Pelaksanaan LS di sekolah memiliki banyak manfaat. Bill Cerbin & Bryan Kopp (University of Wisconsin-La Crosse ) menjelaskan bahwa setidaknya ada empat manfaat pelaksanaan LS yaitu sebagai berikut.

  1. To better understand how students learn what you teach
  2. To create usable products for other teachers in your field
  3. To improve teaching through systematic, collaborative inquiry
  4. To build a pedagogical knowledge base in which teachers can benefit from one another’s knowledge of teaching

Sementara itu,  tim LS FMIPA UNY menjelaskan setidaknya ada 10 manfaat pelaksanaan LS yang dapat digunakan oleh guru dalam mengembangkan profesi keguruan (Tim Lesson Study FMIPA, 2007 : 8) yaitu sebagai berikut

  1. Mengurangi keterasingan guru (dari komunitasnya) dalam perencanaan, pelaksanaan pembelajaran, dan perbaikannya.
  2. Membantu guru mengobservasi dan mengkritisi pembelajarannya.
  3. Memperdalam pemahaman guru tentang materi pelajaran, cakupan, dan urutannya.
  4. Membantu guru dalam peningkatan yang memfokuskan pada seluruh aktivitas belajar siswa.
  5. Meningkatkan kolaborasi antar sesama guru dalam pembelajaran.
  6. Meningkatkan mutu guru dan mutu pembelajaran yang pada gilirannya berakibat pada peningkatan mutu lulusan.
  7. Memberi kesempatan kepada guru untuk membuat menjadi bermakna, ide-ide pendidikan dalam praktik pembelajarannya.
  8. Mempermudah guru berkonsultasi kepada pakar dalam hal pembelajaran atau kesulitan dalam materi pembelajaran.
  9. Memperbaiki praktik pembelajaran di kelas,
  10. Meningkatkan ketrampilan menulis karya ilmiah atau buku ajar.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan LS di sekolah sangat besar manfaatnya, baik bagi guru, bagi sistem pendidikan, bagi lembaga (sekolah, perguruan tinggi, dinas pendidikan, pemerintah)dan juga bagi siswa dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran.

Langkah-langkah Pelaksanaan Lesson Study

Pelaksanaan LS mencakup 7 aspek yaitu (a) Form a team, (b) Develop Students Learning Goals, (c) Plan The Research Lesson, (d) Gather Evidence of Learning, (e) Analyze Evidence of Learning, (f) Repeat The Process, (g) Next Steps Culminations. Berikut ini dijelskan berturut-turut hal tersebut.

a. Form a team

Pada tahap ini dilakukan pembentukan tim LS yang biasanya beranggotakan antara 3 sampai 6 orang yang dapat bekerja dalam kelompok dalam upaya meningkatkan cara mengajar mereka dan cara belajar siswa. Biasanya, para anggota adalah mereka yang memiliki disiplin ilmu yang sama dan dapat pula berasal dari bidang ilmu yang berbeda tetapi memiliki ketertarikan yang sama. Anggota kelompok dapat berasal dari instansi atau sekolah yang sama atau dapat pula berasal dari sekolah atau institusi lain.

b. Develop Students Learning Goals

Tujuan pembelajaran merupakan inti dari proses pembelajaran. Oleh karena itu, biasanya anggota tim LS memulai perencanaan mereka dengan memilih dan menentukan materi, konsep, atau topik apa yang akan diajarkan. Pemilihan itu didasarkan atas kesulitan siswa dalam mempelajarinya atau kesulitan guru dalam mengajarkannya.

Tujuan pembelajaran harus dituliskan dalam bentuk pernyataan “ Apa yang harus dipahami oleh siswa dan apa yang dapat dilakukan oleh mereka setelah pembelajaran dilakukan”. Tujuan pembelajaran yang spesifik merupakan seperangkat bentuk keinginan belajar, cara berfikir, bertindak, dan bertingkah laku siswa. Contoh bentuk tujuan pembelajaran dapat dilihat pada lampiran.

c. Plan The Research Lesson

Pada tahap perencanaan, anggota tim biasanya memulai dengan  ‘sharing” bagaimana pendapat mereka tentang materi yang dipilih dan bagaimana cara mengajarkannya, mendiskusikan beragam aktivitas siswa di kelas, cara penilaian, pemberian latihan-latihan, dan sebagainya. Agar pelaksanaan LS tetap berfokus pada belajar siswa, guru harus pula memiliki pengetahuan tentang bagaimana cara belajar siswa sebelumnya dan bagaimana cara mereka mempelajari suatu topik pelajaran tertentu. Jika gambaran dan data-data tentang cara belajar siswa sebelumnya telah diketahui, anggota tim dapat mulai menyusun rencana penelitian pembelajaran yang dapat membantu siswa dalam memilih tujuan belajar mereka.

Pada tahap ini pula ditentukan tiga hal komponen yang akan dikgunakan dalam pembelajaran yaitu dalam pembelajaran yaitu (a) Rencana Perkuliahan/Pembelajaran (RPP), (b) Teaching materials: media pembelajaran, dan (c) lembar Kegiatan (Maha)siswa.

d. Gather Evidence of Learning

Pada tahap ini, salah seorang guru menjadi guru model yang mengajarkan topik yang telah ditentukan bersama, dan anggota yang lain hadir di kelas menjadi observer yang mengobservasi dan mengumpulkan data tentang cara belajar siswa, cara berpikir, dan berperilaku.

Berbeda dengan pendekatan tradisional yang observasinya berfokus pada cara mengajar guru, dalam LS, observasi difokuskan pada cara belajar siswa dan respon apa yang dilakukan siswa selama proses pembelajaran.

Dalam pelaksanaan LS, tugas seorang observer antara lain (a) melakukan observasi secara menyeluruh sejak awal sampai akhir pembelajaran, (b) membuat bagan tempat duduk (maha) siswa lengkap dengan nama/nomor siswa; bagan ini sebaiknya dibuat oleh dosen/guru dan diperbanyak oleh fakultas/jurusan/sekolah dan (c) mencatat hasil observasi dalam Lembaran Observasi yang disediakan.

Untuk memudahkan observer dalam mengamati jalannya pembelajaran, diperlukan lembar observasi yang memuat hal-hal antara lain sebagai berikut.

  1. Interaksi antara mahasiswa dan mahasiswa (misalnya ber-diskusi atau ngobrol).
  2. Interaksi antara mahasiswa  dan dosen (misalnya meng-ajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan, dsb.)
  3. Interaksi antara mahasiswa dan media/sumber belajar/ LKS (misalnya membaca buku, mengerjakan tugas, menggunakan alat percobaan, dsb.)
  4. Siswa pasif (misalnya melamun, topang dagu, dsb.), atau bermain-main (pensil,  penggaris, jari, ball-point, dsb.)
  5. Siswa diam karena berpikir, memperhatikan per-tanyaan atau penjelasan dosen, memperhatikan per-tanyaan atau penjelasan teman, dsb.
  6. Pelajaran berharga yang dapat diambil dari pengamatan pembelajaran.
  7. Jumlah anggota kelompok jika siswa bekerja dalam kelompok
  8. Komposisi siswa putera dan puteri
  9. Susunan tempat duduk siswa, misalnya susunan tempat duduk siswa putera dan puteri
  10. Mimik siswa dan perubahannya
  11. Aktivitas/kegiatan siswa,
  12. Dengan siapa siswa berbicara,  dan apa yang dibicarakan antar siswa

e. Analyze Evidence of Learning

Analisis data hasil observasi mencakup tiga pertanyaan yaitu (a) dengan cara bagaimanakah siswa mencapai tujuan belajar?, (b) bagaimana pembelajaran dapat ditingkatkan ?, dan (c) Apa yang dapat kita pelajari dari pengalaman ini ?.

Setelah pembelajaran selesai, ketika PBM masih segar dalam ingatan para anggota tim dan para observer diundang dalam PBM,  diskusi dan analisis pembelajaran (Refleksi) segera dilakukan. Para observer mengajukan hasil pengamatan dan interpretasi, dan komentar mereka terhadap jalannya proses pembelajaran.

Refleksi dipimpin oleh seorang moderator yang bertugas untuk mengatur jalannya diskusi dan membuat kesimpulan hasil diskusi tentang pembelajaran yang telah dilakukan. Tugas-tugas seorang moderator antara lain sebagai berikut.

  1. Mengatur jalannya diskusi agar berlangsung secara efektif dan efisien.
  2. Memberikan kesempatan pertama kepada guru model untuk mengungkapan kesan tentang pelaksanaan pembelajaranMemberikan kesempatan kepada semua peserta untuk menyampaikan komentar tentang pelaksanaan pembelajaran tersebut. Komentar hendaknya berkaitan dengan kegiatan siswa.
  3. Mempersilahkan guru model memberikan tangggapan atas komentar para pengamat.
  4. Berusaha mencari jalan agar anak benar-benar bisa belajar untuk pembelajran yang akan datang
  5. Merumuskan kesimpulan dari refleksi yang baru saja dilaksanakan

f. Repeat The Process

Setelah dilakukan diskusi terhadap hasil pembelajaran, proses pembelajaran kembali dilakukan. Siklus kedua dari penelitian pembelajaran  ini dilakukan dengan perbaikan-perbaikan seperti yang disarankan dan direkomendasikan dalam siklus pertama. Kelompok dapat memodifikasi tujuan pembelajaran, desain instruksional, dan dapat pula mengubah strategi pembelajaran mereka. Setelah itu,  pembelajaran dimulai kembali.

g. Next Steps Culminations

Sebagai suatu langkah yang dilakukan dalam membangun pengetahuan dasar pembelajaran, LS  menelaah bagaimana siswa-siswa berpikir dan merespon pembelajaran. Guru mengobservasi kesulitan-kesulitan dan masalah-masalah yang dihadapi siswa dalam PBM. Langkah-langkah ini berujung pada hal-hal sebagai berikut.

  1. a. Pembelajaran : Didesain secara khsus dengan tujuan pembelajaran yang jelas, dan pembelajaran dilakukan dengan menggunakan rambu-rambu (RPP) cara mengajar guru dan aktivitas siswa dan catatan-catatan bagaimana merespon kesulitan cara belajar siswa.
  2. b. Pengkajian (penelitian): Kajian atau telaah yang dilakukan oleh kelompok menggambarkan strategi-strategi pembelajaran yang dilakukan untuk mendapatkan data tentang cara belajar siswa, berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang temuan dan hasil observasi, dan menggambarkan kesimpulan tentang kemajuan siswa dalam mencapai tujuan belajar.

Ketujuh langkah tersebut secara umum dapat dikelompokkan atas tiga kegiatan yaitu perencanaan (plan), pelaksanaan (do), dan refleksi (see). Ketiga langkah tersebut dapat digambarkan sebagai berikut.

Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: